Selamat datang di toko rekal al Quran
Kami pengrajin rekal al Quran dari Jepara ingin menawarkan
produk yang sudah kami buat kepada anda. Jika anda berminat dengan produk kami,
silahkan hubungi kontak kami di bawah ini.
Bapak ibu yang saya hormati, membaca al Quran sangat penting
bagi generasi Islam. Mulai sejak dini, seharusnya kita sudah mendidik anak anak
untuk membaca al Quran. Karena al Quran merupakan pusaka tinggalan nabi
Muhammad Saw. Dan wajib kita lestarikan sampai hari kiamat. Jika tidak, anak
cucu kita akan hancur dan tersesat karena buta dengan al Quran.
Bapak ibu yang saya cintai, membaca al Quran walaupun tidak
paham artinya, tetap mendapatkan pahala. Barangkali inilah keajaiban al Quran
karena al Quran merupakan kalamullah yang diturunkan kepada nabi Muhamad Saw. Melalui
malaikat jibril.
Akan tetapi, jika membaca al Quran itu disertai dengan paham
artinya. Sebab membaca al Quran sama halnya kita berbicara dengan Allah Swt.
Ketika kita berdialog atau berbicara dengan orang lain, misalnya, apabila kita
tidak paham apa yang dibicarakan, tentu orang tersebut akan marah. Bagaimana
dengan Allah?
Allah bukanlah mahluk. Maka dari itu, jika kau sudah membaca
al Quran, walaupun tidak paham, engkau sudah mendapatkan pahala. Kalaupun
paham, makan pahalanya akan jauh lebih banyak dari pada tidak paham arti atau
maknanya.
Makanya, pada masa sekarang ini, banyak bertebaran madrasah
diniyah, taman pendidikan al Quran, yang mengajarkan belajar al Quran.
Pelajaran yang diajarkan banyak sekali, mulai dari belajar membaca, menulis
arab, dan lain lain.
Intinya, jangan sampai generasi kita, yang sudah memasuki
akhir zaman dengan banyak sekali penyimpangan, harus dibekali dengan al Quran.
Dengan al Quran kita akan mendapatkan hidayah, petunjuk, dan rahmat dari Allah
Swt.
Tradisi Membaca Al Quran
Tradisi di masyarakat kita, apabila belajar membaca al
Quran, selalu diletakkan di atas meja, atau rekal al Quran. Meja atau rekal alQuran merupakan tempat meletakkan al Quran supaya tidak terhina. Sebab al Quran
merupakan kalam qodim yang senantiasa terjaga keasliannya sehingga sangat patut
untuk dimulyakan dengan cara meletakkannya di atas kita.
Rekal atau meja menjadi alat untuk meletakkan al Quran
sekaligus memulyakan al Quran. Jangan sampai al Quran terletak berada pada kaki
kita. Oleh karenanya, dimana mana, al Quran selalu di letak di atas bukan di
lantai. Karena dengan meletakkan di atas, orang Islam sama halnya menghormati
akalam Allah Swt yang sudah terkodifikasi tadi.
Rekal al Quran merupakan tempat paling dinamis untuk
meletakkan al Quran. Mengapa? Rekal beda dengan meja. Biasanya, meja terbuat
dari kayu dan desainnnya agak besar dan berat. Dan tidak mungkin mudah untuk
dipindah pindahkan. Apalagi dipindah oleh anak kecil.
Makanya, rekal al Quran dibuat sekecil dan seindah mungkin
namun tidak mengurangi rasa hormat dalam memulyakan al Quran. Rekal al Quran
bisa dibawa kemana mana. Bisa dilipat kemudian di masukkan ke dalam tas,
lemari, dan lain lain.
Sedangkan meja tidak bisa dilipat. Hanya seperti itu saja
bentuknya dan sangat sulit untuk dibawa kemana mana karena berat bebannya.
Hal ini beda dengan rekal al quran. Karena anak kecil usia 3
tahun juga kuat membawa rekal al Quran. Inilah barangkali kehebatan dan
kelebihan rekal di bandingkan dengan meja.
Motifnya pun bermacam macam. Anda bisa lihat sendiri. Rekal al
Quran bisa dibuat bemotif ukir, motif anak anak, dan lain sebagainya. Orang
melihat akan mudah jatuh cinta. Dan membaca al Quran pun akan terasa enak betah
berlama lama.
Sampai kapan pun, orang tidak akan bosan membaca al Quran.
Bayangkan, anda sudah berapa kali membaca al Quran, dari sejak kecil hingga
sekarang ini? Pasti tak terhitung. Mengapa? Karena hal ini merupakan kalam
Qodim yang mana jika dibaca berulang kali tidak akan bosan dan justru semakin
menentramkan hati kita.
Oleh sebab itu, jangan sampai generasi kita jauh dari al
Quran. Al Quran yang kita baca setiap hari merupakan pusakan hidup menuju
akhirat. Apalagi, pada masa sekarang ini, al Quran hanya sebatas tulisan saja. Jika
sudah di lemari, sama sekali tak pernah dijamah, apalagi dibaca.
Sadar akan generasi al Quran harus dimulai sejak dini.
Jangan sampai anak diajari membaca al Quran ketika sudah usia 30 tahun. Sangat
terlambat sekali. Karena membaca al Quran tak semudah membaca koran. Karena ada
ilmunya, yang mana hanya dimiliki oleh orang orang yang ahli dalam al Quran.